Di Balik Suara Call Center PSDKP, Ada Kemanusiaan yang Tak Pernah Tidur

Aug 31, 2026 - 23:08
Sep 1, 2026 - 04:34
 0
Di Balik Suara Call Center PSDKP, Ada Kemanusiaan yang Tak Pernah Tidur

ORCANEWS.ID - Di balik dering telepon Call Center Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP), ada cerita tentang manusia yang sedang mencari harapan. Bagi Al-Anshory Wicaksono, salah satu petugas Call Center PSDKP, setiap telepon bukan sekadar panggilan masuk. Di ujung sambungan, bisa saja ada nelayan yang membutuhkan pertolongan, keluarga yang dilanda kecemasan, atau seseorang yang sedang menunggu kabar dari tengah laut.

Semangat itu sejalan dengan arahan pimpinan, Direktur Jenderal PSDKP Dr. Pung Nugroho Saksono,  Call Center PSDKP tidak hanya diarahkan menjadi kanal komunikasi, tetapi juga menjadi bagian dari pelayanan dan pengawasan yang responsif terhadap persoalan masyarakat perikanan.

“Senang rasanya bisa membantu banyak orang,” kata Al-Anshory.

Ia masih mengingat sebuah telepon yang masuk sekitar pukul 03.00 dini hari. Saat sebagian besar orang terlelap, seorang istri nelayan justru berada dalam kecemasan. Suaminya tidak dapat dihubungi. Bahkan, sudah enam bulan tidak ada kabar.

“Suami saya tidak bisa dihubungi,” ujar perempuan itu, sebagaimana dituturkan kembali Al-Anshory.

Bagi petugas Call Center PSDKP, panggilan seperti itu bukan perkara sederhana. Ada keluarga yang sedang menunggu kepastian. Ada kecemasan yang tidak cukup dijawab dengan kalimat penenang. Petugas harus berusaha mencari informasi dan menghubungkan berbagai pihak agar kabar yang ditunggu dapat ditemukan.

Namun, pekerjaan itu juga memiliki sisi duka.

Al-Anshory bercerita tentang sebuah panggilan dari nelayan yang melaporkan seorang anak buah kapal (ABK) tercebur ke laut. Informasi tersebut segera ditindaklanjuti dengan mengupayakan bantuan kapal-kapal perikanan yang berada di sekitar lokasi.

Harapan sempat tumbuh. Tetapi kabar berikutnya justru menjadi pukulan.

ABK yang dicari akhirnya ditemukan. Sayangnya, ia sudah tidak bernyawa.

“Sedihnya ketika mendapat informasi bahwa ABK sudah ditemukan, tetapi sudah tak bernyawa,” tutur Al-Anshory.

Di titik itulah tugas Call Center PSDKP memperlihatkan wajah lain. Pengawasan kapal tidak hanya berbicara tentang sistem, data, koordinat, atau pergerakan kapal. Di dalamnya ada keselamatan manusia, keluarga, dan rasa kemanusiaan.

Menurut Al-Anshory, sekitar 85 persen kapal nelayan telah menghubungi Call Center PSDKP. Angka tersebut menunjukkan bahwa layanan itu perlahan menjadi salah satu pintu komunikasi penting bagi masyarakat perikanan.

Ada pula cerita yang membuat Al-Anshory merasa pekerjaannya benar-benar berarti.

Seorang ibu menelepon karena anaknya bekerja sebagai ABK kapal perikanan. Sang ibu ingin berbicara dengan anaknya. Namun, ia tidak mengetahui nama kapal tempat anaknya bekerja.

Al-Anshory kemudian bertanya mengenai perusahaan yang mempekerjakan anak tersebut. Sang ibu kembali tidak mengetahui.

Situasi itu tidak membuat Al-Anshory dan tim menyerah. Mereka mencoba menelusuri informasi yang tersedia. Setelah melalui pencarian, akhirnya ditemukan titik terang. Tim Call Center PSDKP kemudian dapat memfasilitasi komunikasi sang ibu dengan anaknya melalui sambungan telepon.

Sejak saat itu, kepercayaan sang ibu kepada Call Center PSDKP semakin kuat.

Al-Anshory menegaskan, pekerjaan tersebut bukan kerja seorang diri. Di belakang layanan itu terdapat tim yang bekerja bersama untuk memastikan setiap informasi dari masyarakat dapat ditindaklanjuti.

Ia menyebut Ketua Tim Kerja Sistem Pemantauan Kapal Perikanan, M. Ardi, bersama rekan-rekan sejawatnya, Zuleha Ernas, Fery Gunawan, Laras Kinanti Pinandita, Oktaviani Ayuningrum, dan Zalfa Alifiana.

Mereka bekerja dalam semangat yang sama, sebagaimana ditekankan pimpinan, bahwa pengawasan sumber daya kelautan dan perikanan harus hadir secara cepat, responsif, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Bagi Al-Anshory dan tim, setiap panggilan memiliki cerita. Ada yang membawa kabar baik, ada yang berujung duka. Ada yang hanya membutuhkan informasi, tetapi ada pula yang mempertaruhkan keselamatan manusia.

Di tengah luasnya laut, sebuah suara di ujung telepon terkadang menjadi jembatan antara kecemasan dan harapan. Dan bagi petugas Call Center PSDKP, menjawab suara itu bukan sekadar menjalankan tugas, melainkan menjaga kepercayaan dan menghadirkan kemanusiaan di tengah birunya lautan.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow

orcanews.id Orca News ID Official