Gagalkan Penyelundupan Benih Lobster, TNI AL Selamatkan Harta Karun Laut Cilacap dari Tangan Penjarah

Apr 20, 2026 - 02:05
 0
Gagalkan Penyelundupan Benih Lobster, TNI AL Selamatkan Harta Karun Laut Cilacap dari Tangan Penjarah

ORCANEWS.ID - Di balik gelapnya malam di Jalan Lingkar Timur Cilacap, upaya penyelundupan harta karun hayati senilai miliaran rupiah berhasil digagalkan. 

Tim Second Fleet Quick Response (SFQR) Pangkalan TNI AL (Lanal) Cilacap kembali membuktikan ketajaman naluri tempurnya dengan menyelamatkan 5.859 ekor Benih Bening Lobster (BBL) ilegal dari cengkeraman pelaku yang hendak menguras kekayaan laut Indonesia, Sabtu (18/4/2026).

Aksi heroik ini bermula dari patroli rutin di wilayah Desa Karangkandri, Kecamatan Kesugihan. Kecurigaan petugas tertuju pada seorang pria bernama Kasimin yang melintas dengan sepeda motor sambil membawa sebuah kotak styrofoam yang tampak mencurigakan.

Benar saja, saat dihentikan dan diperiksa, kotak tersebut ternyata sarat dengan ribuan benih bening lobster yang tidak disertai dokumen resmi sepeser pun.

Tanpa dokumen yang sah, ribuan calon lobster bernilai ekonomis tinggi ini nyaris lolos ke pasaran gelap. TNI AL memperkirakan, potensi kerugian negara yang berhasil dicegah dari pengungkapan ini mencapai sekitar Rp2,5 miliar.

Jumlah ini bukan sekadar angka, melainkan cerminan masa depan ekosistem laut dan para nelayan tradisional yang menggantungkan hidup pada keberlanjutan sumber daya alam.

“Pelaku dan barang bukti langsung kami amankan ke Markas Komando Lanal Cilacap untuk pemeriksaan intensif,” tegas perwakilan tim SFQR dalam laporan resminya.

Proses penghitungan dan verifikasi dilakukan secara transparan dengan menggandeng tim dari Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Cilacap.

Hasil pemeriksaan pada Minggu (19/4) pagi memastikan total BBL yang diamankan mencapai 5.859 ekor, terdiri dari jenis pasir dan mutiara yang merupakan komoditas premium di pasar internasional.

Saat ini, tersangka Kasimin beserta seluruh barang bukti telah diserahkan kepada PSDKP Cilacap guna menjalani proses hukum lebih lanjut sesuai undang-undang perikanan dan karantina yang berlaku. Penindakan tegas ini menjadi sinyal bahaya bagi para penjarah laut bahwa perairan Indonesia bukanlah area bebas eksploitasi.

Keberhasilan ini sekaligus menjadi bukti nyata komitmen Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali yang terus menginstruksikan jajarannya untuk memperkuat sinergi lintas instansi. TNI AL tidak hanya berdiri di garda terdepan menjaga kedaulatan, tetapi juga menjadi benteng terakhir penyelamat keberlanjutan ekosistem laut demi anak cucu bangsa.

“Kami akan terus meningkatkan kewaspadaan dan patroli. Tidak ada ruang bagi pelaku kejahatan kelautan untuk bernapas di wilayah perairan yurisdiksi Indonesia,” pungkas pernyataan resmi Dispenal.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow

orcanews.id Orca News ID Official