39 Dies Natalis PPNS: Rahimnya Future Leaders Maritim Dunia

Sep 17, 2026 - 17:04
Sep 19, 2026 - 17:05
 0
39 Dies Natalis PPNS: Rahimnya Future Leaders Maritim Dunia

ORCANEWS.ID - Tiga puluh sembilan tahun bukan sekadar angka perjalanan bagi Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya (PPNS). Hampir empat dekade menjadi momentum bagi institusi pendidikan vokasi ini untuk terus bertumbuh, beradaptasi, berinovasi, sekaligus memastikan kehadirannya memberikan manfaat nyata bagi bangsa.

Semangat tersebut mengemuka dalam peringatan Dies Natalis ke-39 PPNS yang mengangkat tema “Inovasi Maritim Berkelanjutan untuk Ekonomi Biru Nusantara.”

Dalam kesempatan tersebut, Direktur PPNS, Rachmad Tri Soelistijono, S.T., M.T., menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Sesditjen PSDKP Kementerian Kelautan dan Perikanan, Saiful Umam, yang telah meluangkan waktu untuk hadir dalam rangkaian kegiatan Dies Natalis ke-39 PPNS.

Menurut Rachmad, kehadiran Sesditjen PSDKP menjadi bagian penting dalam memperkuat sinergi antara pendidikan vokasi dengan institusi pemerintah, khususnya dalam pengembangan sumber daya manusia, teknologi, dan inovasi di bidang kelautan dan perikanan.Kolaborasi tersebut semakin relevan di tengah perkembangan industri maritim yang bergerak cepat.

"PPNS dituntut tidak hanya menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi teknis, tetapi juga melahirkan inovasi dan teknologi yang mampu menjawab kebutuhan nyata di lapangan.," ujarnya.

PPNS tidak ingin berhenti pada status sebagai kampus vokasi yang menghasilkan lulusan. Pendidikan yang dijalankan diarahkan untuk melahirkan inovasi, rekayasa, serta teknologi tepat guna yang mampu menjawab kebutuhan industri dan masyarakat.

Hal itu tercermin dari sejumlah produk unggulan bidang teknologi perkapalan yang dikembangkan PPNS. Sedikitnya terdapat lima produk utama yang menjadi representasi kapasitas inovasi kampus, yakni Automatic Identification System (AIS), Kapal Aluminium, Kapal Kayu Pencalang, Kapal Cadik Trimaran, dan Lifeboat.

Kelima produk tersebut menunjukkan bahwa pendidikan vokasi tidak semata-mata berorientasi pada penguasaan teori, tetapi juga bagaimana ilmu pengetahuan diterjemahkan menjadi karya dan teknologi yang dapat digunakan.

AIS merepresentasikan pengembangan teknologi pendukung keselamatan dan pemantauan pelayaran. Sementara kapal aluminium, kapal kayu Pencalang, kapal cadik trimaran, hingga lifeboat menunjukkan kemampuan PPNS dalam mengembangkan teknologi konstruksi dan rekayasa kapal dengan karakteristik serta kebutuhan yang beragam.

Produk-produk tersebut sekaligus menjadi bukti bahwa kampus vokasi dapat mengambil peran lebih jauh dalam ekosistem industri maritim nasional. Inovasi tidak berhenti di laboratorium dan ruang kelas, tetapi didorong untuk hadir sebagai solusi terhadap persoalan nyata.

Memasuki usia ke-39, PPNS dihadapkan pada perubahan dunia yang berlangsung semakin cepat. Teknologi berkembang hampir setiap hari, kebutuhan industri berubah, sementara laut tetap menjadi salah satu nadi penting kehidupan dan perekonomian bangsa Indonesia.

Karena itu, tantangan PPNS ke depan bukan hanya bagaimana mempertahankan eksistensi sebagai institusi pendidikan vokasi, tetapi bagaimana terus melahirkan generasi yang lebih siap, tangguh, adaptif, dan berani menghadapi perubahan.

“PPNS harus menjadi kampus yang menghasilkan solusi,” menjadi semangat yang relevan dalam perjalanan institusi memasuki fase berikutnya. Kampus tidak cukup hanya mencetak tenaga terampil, tetapi harus mampu menjadi bagian dari jawaban atas kebutuhan bangsa di sektor maritim.

Dalam pesan Direktur PPNS, mahasiswa ditempatkan sebagai bagian penting dari keberlanjutan institusi. Mahasiswa adalah alasan mengapa institusi ini terus bernapas. Karena itu, proses pendidikan harus senantiasa diarahkan untuk mempersiapkan mereka menghadapi dunia yang berubah.

Sementara kepada para dosen dan tenaga kependidikan, Rachmad menyampaikan pesan bahwa mereka merupakan “jangkar” sekaligus “kompas” di tengah gelombang perubahan. Jangkar menjaga institusi tetap memiliki pijakan, sedangkan kompas memastikan arah perjalanan tetap sesuai tujuan.

Perubahan kurikulum, tantangan industri, perkembangan teknologi, serta tuntutan zaman tidak boleh membuat insan PPNS kehilangan arah. Sebaliknya, seluruh elemen kampus harus tetap berdiri, beradaptasi, dan bergerak bersama.

Dengan demikian, Dies Natalis ke-39 PPNS bukan hanya perayaan atas perjalanan masa lalu. Momentum ini menjadi penanda untuk menatap masa depan pendidikan vokasi dan industri maritim Indonesia.

Sebab, laut Nusantara membutuhkan generasi yang tidak hanya mampu membaca perubahan, tetapi juga menciptakan solusi. Dan PPNS dituntut terus hadir di garis depan untuk menjawab kebutuhan tersebut melalui pendidikan, inovasi, rekayasa, dan teknologi yang memberi manfaat bagi bangsa.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow

orcanews.id Orca News ID Official