Purna Tugas Matheus Eko Rudianto, Pengabdian 42 Tahun Batas

Matheus Eko Rudianto resmi purna tugas setelah 42 tahun mengabdi. Sosok teladan PSDKP ini dikenang atas dedikasi, integritas, kepemimpinan, serta kontribusi besar bagi kelautan dan bangsa.

Oct 1, 2025 - 22:34
Oct 2, 2025 - 09:05
 0
Purna Tugas  Matheus Eko Rudianto, Pengabdian 42 Tahun Batas

ORCANEWS.ID - Suasana syahdu menyelimuti Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP), Rabu (1/10/2025).

Hari itu menjadi saksi perjalanan panjang yang berakhir, namun juga menyalakan obor inspirasi baru: purna tugas Matheus Eko Rudianto, seorang abdi negara yang mengabdikan lebih dari empat dekade hidupnya untuk negara.

Air mata dan senyum bercampur, seolah menjadi bahasa keikhlasan yang tak terucap. Para kolega, junior, dan pimpinan hadir memberikan penghormatan terakhir bagi pengabdian panjang pria yang dikenal sebagai “Prof Eko”, julukan penuh hormat yang lahir dari keluasan ilmu dan kebijaksanaan yang ia tebarkan.

Dirjen PSDKP, Dr. Pung Nugroho Saksono, menyampaikan penghormatan yang tulus. “Purna tugas Pak Matheus Eko Rudianto setelah 42 tahun lamanya mengabdi untuk negara adalah sebuah proses panjang. PSDKP membutuhkan regenerasi, tapi sosok seperti Pak Eko akan selalu menjadi teladan,” ucapnya.

Dalam sejarah kebijakan kelautan dan perikanan, perannya dikenal sebagai pejabat yang gigih mendorong dimasukkannya pengaturan tentang sanksi denda bagi pelanggaran di bidang kelautan dan perikanan. Pada ranah penyiapan regulasi, dia menjadi bagian dari tim inti penyusun Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2007 tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil, serta Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2014 tentang Kelautan.

"Bahkan ketika Undang-Undang Cipta Kerja baru ditetapkan, Pak Eko dipercaya memimpin penyusunan peraturan menteri yang berkaitan langsung dengan Ditjen PSDKP," tambahnya.

Perjalanan karier sosok Friendly Man ini bukan sekadar catatan birokrasi. Ia menempuh lintasan luas: dari pengawasan kelautan, perumusan kebijakan, konservasi, tata kelola, hingga proyek-proyek besar yang melibatkan dunia internasional. Rekam jejaknya adalah buku terbuka tentang ketekunan dan konsistensi, dengan setiap halamannya berisi dedikasi tanpa pamrih.

Rekan sejawat di PSDKP berpandangan bahwa Pak Eko  itu bukan hanya karena kompetensi teknis, melainkan juga keunggulan dalam seni memimpin: kolaborasi, etika, negosiasi,  kemampuan membangun jejaring strategis lintas batas hingga mampu menyalakan semangat kerja sama, menyatukan visi, dan menghadirkan solusi inovatif di tengah peliknya persoalan.

“Beliau bukan hanya pemimpin, tapi guru yang menginspirasi,” kesan Sesditjen PSDKP, Ir. Suharta.

Puluhan hingga ratusan karya dan capaian konkret menjadi bukti jejak panjangnya. Ia terlibat dalam berbagai inisiatif besar: dari COREMAP II, Coral Triangle Initiative, hingga RPOA-IUU Fishing. Namanya melekat dalam sejumlah karya ilmiah, antara lain Unlocking the Stories Behind the Initiative (2012) dan seri Keindahan yang Belum Terjaga (2007–2008).

Semua itu bukan sekadar lembaran publikasi, tetapi kesaksian atas dedikasi seorang intelektual yang menyalurkan pikirannya untuk kepentingan bangsa.

Bahkan jauh sebelum meniti karier puncak, ia telah ditempa dalam proyek-proyek pembangunan transmigrasi bersama Bank Dunia sejak 1984. Dari Sumatera hingga Kalimantan, ia memimpin tim, mengelola anggaran, menyusun rencana, dan memastikan pengawasan berjalan dengan baik. Pengalaman awal itu menjadi pondasi kuat yang kelak mengantarnya menjadi birokrat mumpuni di kementerian.

Namun di balik segudang prestasi, Eko tetap sederhana. Kehangatan sikapnya menembus batas struktural, menjadikannya dekat dengan banyak kalangan. Para junior kerap menyebutnya guru kehidupan.

Pelepasan 1 Oktober 2025 itu bukan sekadar perpisahan, melainkan ruang refleksi. PSDKP kehilangan sosok yang telah menjadi “ensiklopedia berjalan” dalam birokrasi kelautan. Tetapi, nilai-nilai yang ia wariskan: integritas, kerja keras, dan kebijaksanaan yang akan terus mengalir, menuntun langkah generasi penerus.

Kini, meski jabatan telah ditanggalkan, nama Matheus Eko Rudianto akan tetap hidup. Bukan hanya dalam arsip dan dokumen resmi, tetapi dalam hati orang-orang yang pernah disentuh oleh keteladanan dan inspirasinya. Seorang abdi negara boleh pensiun, namun warisan nilainya tak pernah pudar.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow

orcanews.id Orca News ID Official