Nelayan Cituis Hadapi Era Baru Penangkapan Ikan yang Lebih Terkendali
ORCANEWS.ID - Aktivitas para nelayan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Cituis, Kabupaten Tangerang, tetap bergeliat di tengah pemberlakuan kebijakan baru pengendalian penangkapan ikan nasional.
Langkah ini merupakan bagian dari upaya pemerintah menjaga kelestarian sumber daya laut sekaligus mencegah eksploitasi berlebihan terhadap ekosistem perairan Indonesia.
Sejak diterapkannya kebijakan tersebut, para nelayan di Cituis mulai menyesuaikan cara kerja mereka di laut. Di dermaga, perahu-perahu nelayan tampak bergantian bersandar, membawa hasil tangkapan yang kemudian ditata rapi untuk dilelang di TPI. Suasana pasar ikan itu masih ramai, namun diwarnai kesadaran baru tentang pentingnya mematuhi aturan kuota penangkapan.
“Kami tetap melaut seperti biasa, tapi sekarang lebih memperhatikan batas kuota dan daerah tangkapan yang sudah diatur,” ujar salah satu nelayan yang aktif di kawasan itu.
Menurutnya, aturan baru memang menantang, namun membawa dampak positif karena membantu menjaga ketersediaan ikan untuk jangka panjang.
Pemerintah telah menetapkan batas penangkapan ikan nasional maksimal sekitar tujuh juta ton per tahun.
Aturan ini menjadi tonggak “era baru” dalam sektor perikanan tangkap, di mana keberlanjutan menjadi prioritas utama. Pengelolaan perikanan kini tidak lagi semata-mata mengejar hasil besar, melainkan juga menjaga keseimbangan ekosistem laut agar tetap produktif.
Bagi para nelayan Cituis, kebijakan ini menghadirkan dua sisi. Di satu sisi, pembatasan kuota membuat sebagian nelayan perlu menyesuaikan ritme kerja dan strategi melaut. Namun di sisi lain, regulasi ini juga memberi peluang untuk meningkatkan kualitas hasil tangkapan serta mengurangi persaingan tidak sehat antar nelayan.
“Dulu yang penting banyak tangkapan, sekarang kami lebih fokus pada kualitas dan efisiensi,” tutur seorang pengelola pelelangan.
Selain itu, pemerintah juga memperkuat pengawasan terhadap aktivitas penangkapan dan distribusi hasil laut. Langkah ini dilakukan agar praktik penangkapan ilegal dan destruktif bisa ditekan, sekaligus mendorong terciptanya tata kelola laut yang lebih bertanggung jawab.
Era baru penangkapan ikan yang lebih terkendali ini menandai perubahan paradigma besar di sektor kelautan Indonesia. Kini, laut tidak lagi dipandang semata sebagai sumber ekonomi, tetapi juga sebagai aset ekologi yang harus dijaga keberlanjutannya.
Para nelayan Cituis, dengan semangat adaptif dan kesadaran baru, menjadi bagian dari perubahan tersebut. Di bawah sinar matahari pagi yang memantul di permukaan laut, mereka terus melaut dengan tekad menjaga keseimbangan antara kebutuhan ekonomi dan kelestarian alam.
Perubahan ini mungkin tidak mudah, namun menjadi langkah penting menuju masa depan perikanan yang lebih bijaksana — di mana setiap jaring yang dilempar ke laut bukan hanya tentang hasil tangkapan hari ini, tetapi juga tentang warisan laut yang ingin dijaga untuk generasi esok.
What's Your Reaction?