Ikan Nila Srikandi, KKP: Solusi Inovatif Hadapi Tantangan Ketahanan Pangan Nasional

Dec 8, 2024 - 05:38
 0
Ikan Nila Srikandi, KKP: Solusi Inovatif Hadapi Tantangan Ketahanan Pangan Nasional

ORCANEWS.ID - Politeknik Kelautan dan Perikanan (KP) Karawang, salah satu lembaga pendidikan tinggi di bawah Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), mengembangkan komoditas unggulan Ikan Nila Srikandi (Oreochromis aureus x niloticus) melalui penerapan teknik budidaya yang inovatif dan ramah lingkungan.

Ikan Nila Srikandi dipilih sebagai bagian dari program Vocational Goes to Actors (Voga) dan Smart Fisheries Village (SFV), yang bertujuan untuk meningkatkan keterampilan vokasional taruna serta berkontribusi pada pengembangan sektor perikanan di Indonesia. Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BPPSDM) KKP, I Nyoman Radiarta, menjelaskan bahwa Voga dan SFV merupakan program prioritas BPPSDM yang mendukung kebijakan ekonomi biru KKP.

"Voga dilaksanakan melalui transformasi pendidikan vokasi dengan pembentukan Ocean Institute of Indonesia (OII), revitalisasi pelatihan, sertifikasi kelautan dan perikanan, serta optimalisasi peran penyuluh. Sementara SFV adalah konsep pembangunan desa perikanan pintar berbasis teknologi informasi dan manajemen tepat guna untuk meningkatkan pemanfaatan aset Barang Milik Negara (BMN) dan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP)," ujar Nyoman.

Ikan Nila Srikandi dikenal memiliki keunggulan dalam toleransi terhadap salinitas hingga 30 ppt, menjadikannya ideal untuk dibudidayakan di perairan dengan kadar garam tinggi. Dengan kemampuan pertumbuhan cepat dan ketahanan terhadap berbagai penyakit, ikan ini semakin populer di kalangan pembudidaya dan diminati di pasar domestik serta internasional.

Direktur Politeknik KP Karawang, DH Guntur Prabowo, menambahkan bahwa sebagai bagian dari upaya meningkatkan efisiensi dan keberlanjutan budidaya, mereka mengadopsi sistem bioflok.

Sistem bioflok memanfaatkan mikroorganisme untuk meningkatkan kualitas pakan dan mendukung pertumbuhan ikan. Selain itu, bioflok juga berfungsi untuk menjaga kualitas air kolam, serta mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan dari limbah budidaya.

Dengan pendekatan ini, diharapkan budidaya Ikan Nila Srikandi dapat berjalan secara ramah lingkungan, efisien, dan berkelanjutan.

Guntur menegaskan, melalui pengenalan Ikan Nila Srikandi sebagai komoditas unggulan dalam program Voga dan SFV, serta penerapan teknologi bioflok, Politeknik KP Karawang bertujuan untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas budidaya perikanan.

Program ini juga bertujuan untuk memberikan manfaat langsung kepada masyarakat dengan menyediakan produk perikanan yang berkualitas dan berkelanjutan.

Program Voga mengajak taruna untuk berkolaborasi langsung dengan pelaku industri perikanan, memperdalam keterampilan praktis mereka dalam budidaya ikan, dan membuka peluang inovasi di sektor ini.

Dengan langkah-langkah strategis tersebut, Politeknik KP Karawang berkomitmen untuk mencetak generasi baru yang kompeten dan siap menghadapi tantangan industri perikanan yang terus berkembang, serta mendukung ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat Indonesia.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow

orcanews.id Orca News ID Official