Ngobras Edisi 6: Lompatan Kangguru, Inspirasi Manajemen Dinamis

Filosofi kangguru memberi inspirasi manajemen modern: tempatkan sumber daya dalam ruang nyaman, lakukan monitoring dan evaluasi, lalu beranikan diri melompat menuju kemajuan organisasi.

Sep 25, 2025 - 10:40
 0
Ngobras Edisi 6: Lompatan Kangguru, Inspirasi Manajemen Dinamis

ORCANEWS.ID - Kangguru bukan hanya hewan unik asal Australia, tetapi juga menjadi simbol inspiratif dalam dunia manajemen. Filosofi gerakannya memberi pesan kuat tentang evaluasi, monitoring, dan lompatan kemajuan organisasi.

Demikian paparan pembuka Katimja Program Sesditjen PSDKP, Sunaryo pada Ngobras (Ngobrol Cerdas)  Edisi ke-6 via zoom di Australia, Kamis (25/9).

Bagi Sunaryo, filosofi ini diibaratkan sebagai gambaran nyata bagaimana sebuah organisasi seharusnya bergerak, tidak berkutat pada masa lalu, melainkan fokus pada langkah maju dengan strategi dan inovasi. 

"Dalam konteks manajemen, kangguru seolah hadir sebagai cermin yang menuntun pemikir kerja untuk tidak hanya berdiam, tetapi mampu menggerakkan potensi di dalam organisasi agar tetap adaptif dan progresif," ujarnya.

Menurutnya, manajemen ibarat kantung kangguru. Di dalamnya terdapat sumber daya manusia yang mesti ditempatkan secara tepat, dijaga, dan diarahkan agar tumbuh dalam kenyamanan. Sama seperti anak kangguru yang merasa aman di dalam kantung induknya, seorang pekerja atau tim akan bekerja lebih produktif jika berada dalam ekosistem yang terawat dan diperhatikan. Dengan begitu, manajemen bukan sekadar instruksi, tetapi juga menciptakan ruang nyaman bagi pertumbuhan.

Namun, kenyamanan tanpa evaluasi akan menjadi stagnasi. Evaluasi dan monitoring menjadi fondasi penting untuk memastikan setiap lompatan organisasi memiliki arah yang benar. Layaknya kangguru yang memilih pijakan sebelum melompat, organisasi harus menimbang setiap langkah melalui monitoring berkelanjutan agar tidak salah arah. Evaluasi adalah alat refleksi, sedangkan monitoring menjadi peta perjalanan. Keduanya melengkapi satu sama lain, membentuk ritme yang membuat organisasi tetap sehat dan terarah.

Meski demikian, lompatan kangguru sesungguhnya lebih berarti daripada sekadar monitoring dan evaluasi. Filosofi lompatan itu melambangkan inovasi besar, keberanian mengambil keputusan strategis, serta ketekunan menghadapi tantangan. Monitoring dan evaluasi memang penting, tetapi hanya sebatas alat. Lompatanlah yang menentukan capaian. Organisasi yang hanya berputar dalam lingkaran evaluasi tanpa berani melompat akan kehilangan momentum perubahan.

Pesan ini menjadi pengingat bahwa manajemen modern membutuhkan keseimbangan antara evaluasi, monitoring, dan keberanian melompat. Tidak ada organisasi yang berhasil hanya dengan menghitung data tanpa aksi nyata. Sebaliknya, keberanian untuk melompat tanpa evaluasi juga berisiko menimbulkan kegagalan.

Perpaduan antara pijakan kuat dari monitoring, refleksi dari evaluasi, serta dorongan energi dari lompatan akan menciptakan daya gerak dinamis.

Kangguru menjadi lambang bahwa manajemen bukan sekadar rutinitas, melainkan seni menggerakkan sumber daya menuju masa depan. Filosofi ini menegaskan pentingnya pemimpin yang visioner, pemikir kerja yang inovatif, dan tim yang siap ditempatkan di ruang yang nyaman namun tetap diarahkan untuk melompat lebih tinggi.

"Organisasi yang mampu meneladani lompatan kangguru akan tumbuh menjadi lebih fleksibel, adaptif, dan progresif. Mereka tidak hanya mengejar kenyamanan, tetapi juga berani mengambil risiko demi pencapaian besar," pungkas Sunaryo.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow

orcanews.id Orca News ID Official