Patroli Jawline–Arafura 2025 Amankan Perbatasan
Patroli Jawline–Arafura 2025 sukses amankan perbatasan laut Indonesia–Australia, cegah illegal fishing, perkuat kerja sama maritim, dan tegaskan komitmen pengawasan bersama kedua negara.
ORCANEWS.ID - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) bersama Australian Border Force (ABF) serta Australian Fisheries Management Authority (AFMA) sukses menggelar operasi patroli bersama Jawline–Arafura 2025 di wilayah perbatasan Indonesia–Australia pada 19–27 September 2025.
Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat pengawasan, mencegah praktik illegal fishing, sekaligus mempererat kerja sama kedua negara di bidang keamanan maritim.
Direktur Jenderal PSDKP, Dr. Pung Nugroho Saksono yang akrab disapa Ipunk, menegaskan bahwa operasi ini merupakan wujud nyata implementasi kerja sama pengawasan perikanan dalam kerangka Indonesia–Australia Fisheries Surveillance Forum (IAFSF). Menurutnya, pengawasan perbatasan laut menjadi isu penting karena kerap menjadi titik rawan aktivitas penangkapan ikan ilegal.
“Operasi ini merupakan salah satu implementasi kerja sama di bidang pengawasan perikanan antara Indonesia dan Australia dalam menjaga perairan perbatasan kedua negara dari kegiatan ilegal,” ujarnya.
Ipunk menjelaskan, pelaksanaan patroli bersama difokuskan di kawasan perbatasan perairan Indonesia–Australia. Selain mencegah dan menanggulangi illegal fishing, operasi ini juga memuat agenda latihan bersama awak kapal dari kedua negara.
Kegiatan tersebut dimaksudkan untuk memperkuat koordinasi teknis di lapangan sekaligus meningkatkan kapasitas personel dalam melaksanakan pengawasan laut. Operasi kemudian ditutup dengan kunjungan pelabuhan atau port visit Kapal Pengawas Orca 06 ke Darwin, Australia, yang disambut hangat oleh otoritas setempat.
“Operasi bersama ini telah berjalan efektif dan berhasil mencegah aktivitas illegal fishing selama operasi berlangsung,” kata Ipunk menegaskan capaian positif operasi Jawline–Arafura 2025. Menurutnya, keberhasilan ini tidak hanya terukur dari pencegahan praktik ilegal, tetapi juga dari semakin solidnya sinergi antar lembaga penegak hukum laut Indonesia dan Australia.
Dari pihak Australia, apresiasi tinggi disampaikan Deputy Commander Maritime Border Command (MBC) ABF, Linda Cappello.
Saat berkunjung ke KP. Orca 06 di Darwin, ia menekankan pentingnya operasi ini sebagai bentuk keseriusan kedua negara dalam menjaga wilayah laut bersama. “Pemerintah Australia mengapresiasi atas penyelenggaraan operasi bersama Jawline–Arafura 2025 yang berjalan dengan sukses, dan ke depan kerja sama ini akan terus ditingkatkan,” ucapnya.
Lebih lanjut, kerja sama ini tidak hanya berhenti pada patroli laut semata. Di sela rangkaian kegiatan, juga digelar pertemuan kedua Forum Combined Coordination Group (CCG) yang mempertemukan delegasi Indonesia dari Direktorat Jenderal PSDKP, AFMA, dan ABF.
Forum ini menjadi wadah strategis untuk membahas isu-isu pengawasan perikanan lintas batas, penegakan hukum di laut, serta menyusun rencana teknis untuk kerja sama jangka panjang.
Ipunk menegaskan, kehadiran forum semacam ini memperlihatkan komitmen bersama Indonesia dan Australia dalam memperkuat tata kelola kelautan.
“Selain kegiatan patroli bersama, juga dilakukan pertemuan ke-2 Forum Combined Coordination Group (CCG) yang membahas berbagai isu di bidang pengawasan dan penegakan hukum antar kedua negara serta rencana teknis pelaksanaan kerja sama ke depannya,” jelasnya.
Dengan keberhasilan operasi Jawline–Arafura 2025, diharapkan kolaborasi antara Indonesia dan Australia semakin solid dalam menjaga kedaulatan laut serta memastikan keberlanjutan sumber daya perikanan.
Kegiatan ini sekaligus meneguhkan posisi kedua negara sebagai mitra strategis di kawasan dalam menjaga keamanan maritim, melindungi nelayan, serta memastikan laut tetap produktif untuk generasi mendatang.
What's Your Reaction?