FKN UNHAN Gelar Seminar Hasil KKDN
FKN Unhan RI gelar seminar hasil KKDN bahas strategi nasional hadapi bencana, konflik, potensi maritim, dan hukum kedaruratan dengan pendekatan ilmiah dan kolaboratif.
ORCANEWS.ID - Universitas Pertahanan Republik Indonesia (Unhan RI) kembali menunjukkan perannya dalam menjaga stabilitas nasional melalui gelaran Seminar Hasil Kuliah Kerja Dalam Negeri (KKDN) Fakultas Keamanan Nasional (FKN), Rabu (30/7), yang digelar secara hybrid.
Seminar ini menyatukan pemikir strategis lintas sektor untuk membahas peran pemerintah, komunitas, dan masyarakat dalam menghadapi risiko bencana, konflik, potensi maritim, dan implementasi hukum kedaruratan di Provinsi Jawa Barat.
Hadir sebagai keynote speaker: Mayor Jenderal TNI Dr. Rachmat Setiawibawa, S.I.P., M.M., M.Tr. (Han) yang menegaskan bahwa tantangan keamanan nasional tidak hanya menyangkut aspek pertahanan konvensional, tetapi juga risiko bencana, konflik sosial, dan pengelolaan sumber daya alam, terutama maritim, yang kerap kali luput dari perhatian publik.
Tema besar yang diangkat, “Peran Pemerintah, Komunitas, dan Masyarakat dalam Pengurangan Risiko Bencana, Risiko Konflik, Peningkatan Potensi Maritim, serta Implementasi Hukum Kedaruratan di Provinsi Jawa Barat untuk Mewujudkan Keamanan Nasional”, menjadi pengingat pentingnya sinergi antara aktor negara dan masyarakat sipil.
Dalam sesi review, tampil para pakar lintas bidang yang memperkaya perspektif multidisipliner. Dr. Ir. Agus Budianto, DEA dari PVMBG menyoroti pentingnya penguatan data kebumian dalam mitigasi bencana. Saiful Umam, S.St.Pi., M.M dari Ditjen PSDKP KKP memaparkan potensi konflik di sektor maritim jika tak dikelola dengan bijak. Apep Insan Parid, AP., M.Si dari Bakesbangpol Bandung menambahkan bahwa keamanan sosial budaya sering menjadi pemicu laten konflik yang bisa meledak sewaktu-waktu.
Sedangkan Arief Nadjemudin, SH., M.Hum dari Biro Hukum dan HAM Pemprov Jabar menekankan urgensi hukum keadaan darurat yang harus fleksibel namun tetap berlandaskan konstitusi.
Sesi pemaparan hasil KKDN oleh mahasiswa dari empat program studi strategis FKN turut menyedot perhatian. Fakhri Reza dari Manajemen Bencana, Triyani dari Keamanan Maritim, Bethari Ayu A. dari Damai dan Resolusi Konflik, serta Agita Asmara PP dari Hukum Keadaan Darurat menyampaikan hasil observasi dan analisis berbasis lapangan yang menunjukkan bagaimana praktik di daerah bisa menjadi miniatur dari tantangan keamanan nasional yang lebih luas.
Kegiatan ini juga menjadi panggung intelektual bagi mahasiswa untuk menyampaikan rekomendasi kebijakan berbasis kajian ilmiah dan temuan faktual di lapangan. Beberapa usulan menarik yang mengemuka antara lain integrasi early warning system antarinstansi, pembentukan satuan tugas lintas sektoral untuk kawasan pesisir, serta edukasi hukum darurat berbasis komunitas.
Dengan peserta yang terdiri dari dosen, pejabat struktural, serta lebih dari 100 mahasiswa baik secara daring maupun luring, atmosfer seminar terasa hidup dan konstruktif. Tidak hanya membahas problem, namun juga mengurai solusi.
Seminar ini bukan sekadar laporan hasil KKDN, tetapi lebih dari itu, merupakan manifestasi konkret dari semangat bela negara berbasis ilmu pengetahuan. Sebuah upaya membumikan keamanan nasional dari menara gading ke tengah-tengah masyarakat. Inilah wajah baru pertahanan bangsa inklusif, ilmiah, dan kolaboratif.
What's Your Reaction?