Keterlibatan Ikram dalam forum akademik menjadi sisi menarik dari perjalanan kariernya. Sebagai kepala daerah, ia menjalankan tanggung jawab pemerintahan dan pembangunan. Namun, pengalaman panjangnya sebagai birokrat dan akademisi membuat dunia keilmuan tetap menjadi ruang yang ia datangi untuk bertukar gagasan, menguji argumentasi, sekaligus melihat perkembangan penelitian di sektor kelautan dan perikanan.
Dalam sejumlah forum akademik, Ikram memberikan perhatian pada isu-isu strategis yang berkaitan dengan pengelolaan sumber daya laut, perikanan, budidaya, distribusi hasil perikanan, hingga hubungan antara aktivitas ekonomi dan keberlanjutan sumber daya pesisir.
Pengalaman tersebut memiliki kaitan erat dengan perjalanan profesionalnya sebelum menjadi kepala daerah. Ikram merupakan birokrat yang lama berkecimpung di lingkungan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).
Ia pernah dipercaya sebagai Kepala Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Lautan (BPSPL) Kupang, unit pelaksana teknis KKP yang bergerak dalam pengelolaan sumber daya pesisir dan laut.
Kariernya kemudian berlanjut ke tingkat pusat. Ikram dipercaya sebagai Asisten Deputi Pengelolaan Perikanan Tangkap pada Deputi Bidang Koordinasi Sumber Daya Maritim, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi.
Pengalaman panjang tersebut kemudian membawanya ke pemerintahan daerah. Ikram pernah dipercaya sebagai Penjabat Bupati Halmahera Tengah, sebelum kemudian terpilih dan dilantik sebagai Bupati Halmahera Tengah periode 2025–2030.
Menariknya, jabatan sebagai kepala daerah tidak membuat hubungan Ikram dengan dunia akademik terputus. Ia justru memanfaatkan waktu di sela agenda pemerintahan untuk tetap berkontribusi dalam pengembangan keilmuan, terutama melalui keterlibatannya sebagai penguji penelitian mahasiswa pada jenjang pascasarjana.
Ruang akademik menjadi tempat bagi Ikram untuk menguji bagaimana teori, data, dan hasil penelitian dapat menjawab persoalan nyata di lapangan. Terlebih, sebagian isu yang dibahas memiliki keterkaitan langsung dengan karakter wilayah Halmahera Tengah yang memiliki potensi besar di sektor kelautan dan perikanan.
Di titik ini, perjalanan Ikram mempertemukan birokrasi, pemerintahan, dan akademik dalam satu lintasan. Pengalaman teknokratis yang dibangun sejak berada di KKP tetap menjadi bagian dari perspektifnya ketika menjalankan pemerintahan daerah.
Dari ruang birokrasi hingga podium kepala daerah, dan dari meja pemerintahan menuju ruang ujian akademik, Ikram tetap membawa satu bidang yang menjadi bagian penting perjalanan profesionalnya: kelautan dan perikanan.