Laut Indonesia Mengguncang Pasar Dunia
ORCANEWS.ID - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mencatat kinerja positif sektor kelautan dan perikanan sepanjang tahun 2025. Nilai ekspor produk perikanan Indonesia berhasil menembus USD 6,27 miliar pada periode Januari–Desember 2025 atau meningkat 5,2 persen dibandingkan tahun 2024. Peningkatan tersebut menunjukkan daya saing komoditas perikanan Indonesia yang semakin kuat di pasar global.
Amerika Serikat masih menjadi tujuan utama ekspor produk perikanan Indonesia dengan kontribusi sebesar 31,8 persen atau senilai USD 1,99 miliar. Posisi berikutnya ditempati Tiongkok dengan nilai ekspor USD 1,22 miliar (19,5 persen), disusul negara-negara ASEAN sebesar USD 1,00 miliar (16,0 persen), Jepang USD 613,65 juta (9,8 persen), serta Uni Eropa sebesar USD 451,72 juta (7,2 persen).
Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP), Machmud, menjelaskan bahwa sejumlah pasar utama menunjukkan tren peningkatan permintaan terhadap produk perikanan Indonesia.
“Nilai ekspor ke Amerika Serikat meningkat 4,7 persen dibanding tahun sebelumnya. Peningkatan juga terjadi ke kawasan ASEAN sebesar 16,7 persen, Jepang 2,5 persen, dan Uni Eropa 9 persen,” ujar Machmud dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin.
Dari sisi komoditas, udang masih menjadi produk ekspor unggulan Indonesia dengan nilai mencapai USD 1,87 miliar atau berkontribusi sekitar 29,8 persen terhadap total ekspor perikanan nasional. Komoditas berikutnya adalah tuna dan cakalang dengan nilai USD 1,04 miliar (16,5 persen), diikuti cumi, sotong, dan gurita sebesar USD 889,73 juta (14,2 persen).
Selanjutnya, komoditas rajungan dan kepiting mencatat nilai ekspor sebesar USD 507,74 juta atau 8,1 persen, sementara rumput laut mencapai USD 315,62 juta atau sekitar 5 persen dari total ekspor.
Machmud menyebutkan bahwa beberapa komoditas utama mengalami pertumbuhan nilai ekspor sepanjang 2025. Udang, misalnya, meningkat hingga 11,2 persen dibanding tahun sebelumnya. Sementara itu, ekspor tuna dan cakalang naik 0,1 persen, serta cumi, sotong, dan gurita meningkat 1,8 persen.
Menurutnya, capaian tersebut menjadi indikator bahwa produk perikanan Indonesia memiliki nilai ekonomi tinggi dan tetap diminati di pasar internasional.
“Ini merupakan pertanda bahwa komoditas Indonesia semakin bernilai di pasar global,” kata Machmud.
Selain peningkatan ekspor, KKP juga berhasil menekan nilai impor produk perikanan. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa neraca perdagangan produk perikanan Indonesia pada 2025 mencatat surplus sebesar USD 5,60 miliar atau meningkat 3,0 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Capaian ini memperkuat posisi Indonesia sebagai negara pengekspor bersih (net exporter) produk perikanan di pasar internasional.
“Kami berkomitmen menjaga Indonesia untuk tetap dan selalu menjadi negara net exporter produk perikanan,” tegas Machmud.
Untuk menjaga tren positif tersebut, KKP telah menyiapkan berbagai strategi peningkatan ekspor pada 2026. Direktur Pemasaran Ditjen PDSPKP, Erwin Dwiyana, mengatakan pihaknya akan memperkuat sinergi antarunit kerja serta memberikan fasilitasi kepada asosiasi dan pelaku usaha perikanan terkait regulasi baru di pasar ekspor.
Salah satunya adalah pendampingan penerbitan aturan baru Uni Eropa terkait Sertifikat Hasil Tangkapan Ikan (SHTI) dan Processing Statement, serta aturan Amerika Serikat mengenai Certificate of Admissibility.
Selain itu, KKP juga melakukan diplomasi perdagangan terkait pengajuan Comparability Finding (CF) rajungan hasil tangkapan gillnet kepada National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) agar ekspor ke Amerika Serikat tetap berlanjut.
Di sisi promosi, KKP akan memperluas akses pasar melalui kegiatan temu bisnis internasional, promosi investasi kelautan dan perikanan, serta mendorong pelaku usaha memanfaatkan tarif preferensi 0 persen dalam kerangka Indonesia–Japan Economic Partnership Agreement (IJ-EPA), khususnya untuk produk olahan tuna dan cakalang yang mulai diimplementasikan setelah triwulan pertama 2026.
Sementara itu, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono optimistis peningkatan kualitas produksi perikanan nasional akan terus mendorong pertumbuhan ekspor sekaligus memperkuat daya saing Indonesia di pasar global.
What's Your Reaction?