Rangkaian JDT 2026: Selain Gandeng UNJ , PORDI Hadirkan Mr Lee Bahas Domino dari Perspektif Industri
ORCANEWS.ID - Perkumpulan Olahraga Domino Indonesia (PORDI) terus bergerak maju untuk mengubah citra permainan domino menjadi cabang olahraga prestasi yang diakui secara ilmiah. Langkah strategis ini diwujudkan melalui kolaborasi bersama Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK) Universitas Negeri Jakarta (UNJ) dengan menggelar Seminar Nasional di GOR UNJ, Jakarta Timur, Jumat (26/6/2026).
Seminar nasional yang mengusung tema "Olahraga Domino dalam Perspektif Holistik: Integrasi Sport Science, Kesehatan, Sport Industry, Budaya dan Sosial Menuju Indonesia Emas" ini digelar sebagai upaya memperkuat ekosistem olahraga domino melalui pendekatan akademis dan profesional.
Ketua Umum PB PORDI, Andi Jamaro Dulung, menyampaikan apresiasi mendalam kepada FIKK UNJ atas kemitraan strategis ini. Menurutnya, dukungan institusi pendidikan adalah fondasi penting untuk melahirkan atlet berprestasi dan meningkatkan mutu kompetisi domino di tanah air.
"Semoga seminar ini menjadi langkah nyata dalam memperkuat ekosistem olahraga domino di Indonesia, mencetak atlet-atlet berprestasi, serta membawa olahraga domino Indonesia menuju panggung nasional maupun internasional," tutur Andi Jamaro.
Selain itu, Andi juga mengapresiasi kehadiran pembicara utama, Clifford Lee dari Singapura yang mengungkapkan bahwa nilai pasar olahraga global pada tahun 2026 diperkirakan mencapai US$522 miliar. Angka ini diproyeksikan melonjak pesat hingga menyentuh US$654 miliar pada tahun 2030, didorong oleh keterlibatan penggemar berbasis digital serta kemunculan format kompetisi baru.
Untuk mencapai pengakuan global penuh, domino diarahkan mengikuti cetak biru keberhasilan esports. Pada Asian Games 2018 di Jakarta, esports memulai debut sebagai olahraga demonstrasi, sebelum akhirnya dipertandingkan sebagai cabang olahraga perebutan medali penuh pada Asian Games Hangzhou 2022 dan Aichi-Nagoya 2026.
Meskipun memiliki potensi besar lewat jangkauan digital dan ekosistem ekonomi baru, Lee menegaskan bahwa domino masih menghadapi tantangan serius. Tantangan utama tersebut meliputi persepsi publik untuk memisahkan olahraga ketangkasan dari judi, standardisasi satu buku aturan, penguatan integritas anti-kecurangan, serta keberlanjutan pendanaan.
What's Your Reaction?